Type Rumah Yang Layak

--   --

Naiknya ukuran minimal rumah dari rumah type 21 ke rumah type 36 meter persegi untuk rakyat berpenghasilan rendah (MBR) dianggap tidak akan mengganggu angka penjualan rumah tahun ini. Pemerintah sudah menyeimbangkan kenaikan ukuran rumah tsb dengan subsidi yang berimbang.

“Pemerintah kan sudah memberikan bantuan, misalnya bunga yang lebih murah selama 15 tahun,” kata anggota Komisi V DPR Mohidin Mohamad Said pada Rakyat Merdeka di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Mohidin yakin, subsidi perimbangan tsb tak akan berpengaruh pada permintaan rumah MBR. Dalam hal harga pun. ukuran type 36 masih terjangkau MBR. Harga ukuran 36 tersebut berkisar antara Rp 50 jutaan per unit.

Dia mengatakan, ukuran minimal rumah 36 merupakan usul resmi dari DPR. Pertimbangannya adalah, ukuran terebut dirasa lebih manusiawi dibanding dengan penetapan ukuran rumah sebelumnya, yaitu type 21.




“Jiks type 36 itu bisa ada dua kamar tidur, kamar mandi dan ruang dapur. Ini tentu manusiawi,” jelasnya. Sebaliknya, kata Mohidin, type 21 meter persegi tidaklah type rumah yang layak dan tidak manusiawi karena cuma bisa memiliki satu kamar, ruang,¬†kamar mandi¬† dan dapur.

Hal serupa juga dikemukakan anggota Komisi V DPR bp. Saleh Hu-sein. Ia yakin sekali, dinaikannya ukuran maksimal rumah MBR tidak akan berpengaruh pada permintaan rumah tahun ini. “Saya yakin tidak mempengaruhi permintaan. DPR lalu mengusulkan dgn berbagai pertimbangan,” ucapnya.

Sebelum itu, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menetapkan ukuran rumah umum untuk masyarakat adalah rumah type 36 meter persegi. Diharapkan pula, luas minimal itu bisa membuat masyarakat yang menempati rumah yang dapat tinggal lebih nyaman daripada rumah type 21.

Seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang Perumahan dan Permukiman, rumah umum ialah rumah tapak yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilah Rendah, oleh karena itu ukuran minimal 36 merupakan ukuran yang ideal untuk masyarakat kelas menengah ke bawah itu. Namun, ukuran tersebut ditanggapi negatif para pengembang. Kebijakan terhadap perobahan ukuran ini dianggap bisa mempengaruhi daya beli masyarakat bawah terhadap rumah, karena daya beli masyarakat akan kebutuhan rumah masihlah rendah. (Rakyat Merdeka)

About Author

armin


Protected by Copyscape DMCA Copyright Detector jasa arsitek desain rumah